Alasan utama aku menyukai nya adalah, banyak perbedaan diantara kami, sehingga aku rasa kami bisa saling melengkapi. Aku merasa terkagum kagum sendiri, melihat perbedaan kami yang begitu mencolok. Itu terlihat seperti sebuah kebetulan. Kami hanya mempunyai 1 persamaan, kami sama sama keras kepala!!!
Mau tau perbedaan kami? ini dia :
1. Dia dikenal sebagai salah satu orang paling pendiam disekolah kami, sedangkan aku? hmmpp.. aku adalah orang yang sangggaaatt ribut kawan! Jangan kau ragukan lagi bagaimana ulahku membuat keributan dikelas.
2. Ketika kita sudah akrab, dia akan berubah menjadi orang yang ributt sekali! sedangkan aku ? aku lebih menjadi pendiam jika sudah akrab dengan seseorang
3. Teman, dia mempunyai kulit yang hitam manis, sedangkan aku? kulitku putih.
Sambungan dari cerita diatas:
4. Dia adalah orang yang mudah terkena demam panggung. Ketika dia tampil didepan umum, dia akan berkeringat, dia akan grogi, lupa apa yang mau dikatakan nya. Sedangkan aku? aku adalah salah satu orang yang paling handal dalam berbicara didepan panggung diangkatan kami.
5. Meskipun sama sama keras kepala, dia selalu mengambil keputusan berdasarkan LOGIKA. Sedangkan aku? aku lebih sering bermain dengan perasaan ku.
6. Dia adalah orang yang paling anti dengan yang namanya "menghafal". Padahal aku, aku sangat suka menghafal loh.
7. Aku handal dalam mengarang puisi, cerpen, dan bentuk bentuk karangan lainnya. Sementara dia tidak pandai dalam hal itu.
itulah sebagian kecil dari perbedaan kami yang begitu besar.
Aku tidak boleh ke GR an. Karena apa? aku harus kembali tersadar bahwa aku adalah wanita yang jelek, yang mengharapkan Pangeran yang Ganteng. Okelah, aku tidak tau ini berlebihan atau apalah, Tapi aku merasa kalau perbedaan diatas merupakan satu dari sejuta kebetulan yang ada diantara kami berdua. Kebetulan kebetulan itu, terasa seperti di setting kawan!
Hmpp... jika memang kau menganggap bahwa 7 perbedaan diatas adalah suatu KEBETULAN YANG TIDAK ADA ARTINYA, bagaimana kau menjelaskan kebetulan kebetulan yang lainnya? Apa tuhan campur tangan didalam itu semua? AAAAhhh.. bodoh! itu terlalu dramatis bukan? orang jelek tak mungkin bisa mendapat kebetulan seperti itu.
Orang bilang, kebetulan pertama selalu kebetulan, begitu juga dengan yang kedua, yang ketiga, yang keempat.. Tapi, bagaimana
caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kami selanjutnya? Apakah Tuhan campur
tangan di dalamnya?
Apakah kita adalah dua garis yang secara tidak sengaja bertabrakan? Akupun Bingung. Kau telah sering menyakitiku. Dan kita sering berantam gara gara itu, Tetapi, sebelum kejadian waktu kau benar benar menyakiti hatiku, dan membuatku mengalami trauma batin, Sekeras apa
pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan pikiran—pada akhirnya
akan terjadi "kebetulan-kebetulan" lainnya, yang mendekatkan kita, supaya berteman kembali.
Apa kau percaya takdir? aku pun tidak. Hanya satu hal yang dapat membuktikan nya, kau, aku, dan perjalanan ini.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar