Rabu, 12 Februari 2014

Isi Hati


Aku tak mampu mengeluh, karena orang tak ada yang ingin mendengar keluhanku. Maaf, memang banyak yang ingin mendengarkan keluhanku, tapi? tidak ada yang mau memberikan solusi. Aku belajar mengenai kecerdasan emosi, walau aku masih pemula. Namun, setiap aku curhat dengan orang lain, aku malah bisa melihat, kalau sebenarnya mereka senang dengan keadaanku yang seperti itu. Hanya ada satu orang perempuan di dunia ini yang memberiku solusi dengan tulus.

Kalian pasti bertanya, mengapa aku tidak curhat padanya saja?

Aku memang ingin. Tetapi? aku juga harus ingat, jangan sampai aku mengganggu hari-harinya. Kami berdua sama sama seorang pelajar. Sama-sama mempunyai banyak PR, dan pastinya kami harus belajar. Dia pasti harus membantu ibunya, dan dia pasti harus memikirkan urusan hidupnya. Karena dia juga pasti punya beban atau masalah yang harus diselesaikan. Aku pun tidak bisa selalu curhat samanya, meminta solusi samanya. Karena apa? KARENA DIA JUGA BUTUH SOLUSI ATAS MASALAH YANG ADA PADANYA.

Kenapa aku berkata begitu? Karena aku tidak bisa memberikan solusi untuk orang lain. Aku hanya mampu mengeluh.

Aku benci pada kenyataan, bahwa aku gemuk dan tidak memiliki wajah yang cantik seperti sesseorang dikelas kami. Aku juga benci berkaca, ketika melihat bahwa aku bukanlah orang yang paling pintar. Aku bukanlah orang paling disukai.

aku iri. Tapi aku tidak layak. Aku tau, manusia layak untuk mempunyai rasa iri. Namun aku melihat bahwa hanya orang cantik lah yang berhak untuk iri. Jika orang jelek iri, maka ia akan ditertawakan.

Mengapa aku berkata begitu?

Setiap kali aku menyukai seseorang, aku selalu mengalami Trauma batin. Kenapa? karena orang yang kusukai itu selalu menghina hinaku. Yah, aku sadar. Aku adalah orang jelek, tetapi mnyukai orang yang ganteng. BODOH! seleraku terlalu tinggi.

Apa alasanku membuat blog ini? karena aku tak tahan lagi untuk tidak curhat. Orang yang kusukai, membenciku. Dan, kau tahu apa alasan nya??? dia berkata "aku benci kalau dia ada dikelas ini"

Orang yang kusukai benci kalau dia melihat wajahku. YAtuhan, kenapa separah itu?

Aku mengadukan salah seorang temanku yang bersalah kepada guru. hari ini. Kemudian, setelah guru pergi, temanku itu marah padaku, dan bilang 
"woi, ngaca dulu kau, kau ngadu ngaduin orang. Emangnya kau gak punya salah apa dikelas ini? kau gausah banyak gaya lah. Udah jelek, gendut, kita lihat aja, adanya yang sayang samamu? siapa sih orang yang mau memberi kado valentine samamu?"

Aku mencoba tertawa, tetapi air mataku hampir keluar. Huft, masih banyak cerita lain tentang deritaku. Aku merasa bahwa omongan nya itu betul. Aku tidak boleh berharap lagi.

Orang orang senang karena aku dihina seperti itu. 

bahkan, kalau orang membaca ini, dia akan menganggap aku lebay.

Aku sudah muak dengan semua ini. Cita citaku hanya satu, punya cukup uang untuk melakukan operasi plastik pada seluruh badanku.

Tapi, aku tidak boleh membenci orang orang yang telah menghinaku. Bukan hanya mereka, tetapi semua orang yang pernah menghinaku. Apapun yang mereka lakukan padaku, aku harus memaafkan nya.

Tetapi aku berharap, agar apa yang mereka lakukan padaku, akan dilakukan orang lain pada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar