Tanggal 05 Mei 2014, adalah hari pertama Ujian Nasional bagiku nantinya. dan tanggal 3 mei kami akan melakukan pesta perpisahan di sekolah. Nami, walaupun begitu aku sudah merasa sangat sedih hari ini. Bukan karena perpisahan itu. Tetapi, mengapa kami harus bertemu?
Entah kenapa, aku menjadi melankolis begini.
Aku menjadi tertarik menulis puisi ini,
Sebuah Puisi Perpisahan
Ketika aku masih kelas 1 smp,
Aku masih lugu.
Aku masih pendek.
Dulu, Aku merasa kalau langit sangat tinggi.
Aku belum pernah berpikir untuk menjamah langit itu.
Kita bermain bersama teman.
Kita tertawa bersama.
Jangan tanyakan mengapa, mengapa aku tidak berpikir untuk masa depanku.
Mengapa aku tidak berpikir untuk menyentuh langit itu.
Tetapi, hari harus berlalu.
Jam harus berdetak
SEkarang aku sudah kelas 3 smp.
Aku sudah semakin besar dan tinggi.
Langit terasa semakin pendek saja.
Aku mulai berpikir untuk menyentuh langit itu.
Tetapi aku takut, aku tak bisa bermain dengan kalian lagi.
Aku mulai berpikir untuk masa depanku,
Tetapi aku takut menginggalkan kenangan di sekolah kita.
Aku takut, tawa itu akan hilang.
Belum saja aku menyentuh langit,
aku sudah menangis.
Bagaimana lagi jika awal bulan mei datang?
Teringat akan pohon besar yang ada disamping pagar sekolah kita,
dia tumbuh untuk kita
Hari demi hari, ia semakin gundul. Daun nya terus berguguran
Seiring dengan bertambahnya waktu bersama kita.
Apakah dibulan mei, dia akan menggugurkan daun nya juga?
Teringat kembali akan kenangan dilapangan sekolah kita bersama pohon itu.
Kita pelajaran olahraga,
dan aku orang yang selalu berlari paling lambat.
Pohon itu menontonku.
Kalian memegang tanganku agar aku tetap berlari.
Melihat kelas 2a, aku teringat, bagaimana perjuangan guru, mengarahkan pola pikir kita yang brandal dan liar.
Aku takut, melihat hari apa sekarang.
Aku juga harus ingat, bahwa kita harus mencapai imp[ian kita, yang kita gantungkan dilangit.
Aku percaya, jika kita hidup dibawah langit biru, kita pasti bisa meraih impian kita.
Aku tidak tahan kalau harus mengingat semua kenangan kita.
Satu hal yang ingin ku katakan, Dimanapun kalian berada nanti, jangan lupa kalau kamu punya seorang teman yang gendut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar